Sepilihan Sajak Mark Strand

Kamar Tidur

Sewaktu melakukan kerja-kerja di rumah T. Alias Taib, dua tiga hari juga kami singgah ke rumah Azriq. Ketika itu mereka baru sedang memindahkan buku-buku dari rumah lama ke rumah baru. Dalam sebuah kotak penuh buku puisi, terselit di antara buku-buku berbahasa Melayu itulah aku menemui Mark Strand. Setelah membelek baca sebuah puisi berjudul The Tunnel, aku berkeputusan meminjamnya.

Habis membacanya, aku bersetuju dengan satu perkara: Mark Strand memang penyair yang mudah dikecap keindahannya kerana penggunaan bahasa yang mudah meskipun konflik emosi sesebuah puisi itu sangat kompleks.

Dalam The Tunnel misalnya, sang protagonis naik gila kerana seorang lelaki tercegat di muka pintu berhari lamanya. Apa yang protagonis lakukan dengan perkara itu? Ia menulis nota bunuh diri, ia memusnahkan perabot di ruang tamu, ia ke luar dan menengking lelaki itu agar dia beredar, ia naik turun dari dapur ke tingkat atas, sehinggalah sang protagonis, pada satu saat menggali terowong di…

View original post 256 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s